Happy Blog
dream come true
Senin, 05 November 2012
Tentang Silat
Pencak silat atau silat adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan sesuai dengan penyebaran suku bangsa Melayu Nusantara. Berkat peranan para pelatih asal Indonesia, kini Vietnam juga telah memiliki pesilat-pesilat yang tangguh. Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Organisasi yang mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai negara adalah Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa (Persilat), yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.
Pencak silat adalah olahraga bela diri yang memerlukan banyak konsentrasi.[1]Ada pengaruh budaya Cina, agama Hindu, Budha, dan Islam dalam pencak silat.[1] Biasanya setiap daerah di Indonesia mempunyai aliran pencak silat yang khas. Misalnya, daerah Jawa Barat terkenal dengan aliran Cimande dan Cikalong, di Jawa Tengah ada aliran Merpati Putih dan di Jawa Timur ada aliran Perisai Diri.[1] Setiap empat tahun di Indonesia ada pertandingan pencak silat tingkat nasional dalam Pekan Olahraga Nasional. Pencak silat juga dipertandingkan dalam SEA Games sejak tahun 1987. Di luar Indonesia juga ada banyak penggemar pencak silat seperti di Australia, Belanda, Jerman, dan Amerika.[1]
Di tingkat nasional olahraga melalui permainan dan olahraga pencak silat menjadi salah satu alat pemersatu nusantara, bahkan untuk mengharumkan nama bangsa, dan menjadi identitas bangsa.[2] Olahraga pencak silat sudah dipertandingkan di skala internasional.[2] Di Indonesia banyak sekali aliran-aliran dalam pencak silat, dengan banyaknya aliran ini menunjukkan kekayaan budaya masyarakat yang ada di Indonesia dengan nilai-nilai yang ada didalamnya.
Kamis, 25 Oktober 2012
PUISI
AKU DAN IBU DITEMPAT TERAKHIR IBU
Oleh Murtafiah
Aku bertanya kepada ibu
Sungguhkah ib menyayangiku?
Ibu menjawab pertanyaanku
Ibu menyayangimu nak melebihi sayangnya ibu terhadap nyawa ibu sendiri
Aku bertanya lagi kepada ibu
Benarkah ibu mencintaiku?
Ibu menjawab lagi pertanyaanku
Ibu mencintaimu nak, bagaikan ibu mencintai indahnya surga
Lalu aku bertanya lagi kepada ibu
Bagaimana ku harus membalas pengorbananmu ibu?
Lalu ibu menjawab lagi pertanyaanku
Doakanlah ibu nak disetiap hembus nafasmu, disaat ada maupun tiada
Dan aku bertanya lagi kepada ibu
Bagaimana caranya aku untuk meminta maaf kepadamu?
Dan ibu menjawab lagi pertanyaanku
Tersenyumlah dan berbahagialah nak, karena ibu akan istirahat untuk selamanya
Ditempat terakhir ibu
Aku brjanji akan mengantarmu ibu
Disurga kelak
#gambar_mojok {
position:fixed;_position:absolute;bottom:0px; left:0px;
clip:inherit;
_top:expression(document.documentElement.scrollTop+
document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }
Langganan:
Komentar (Atom)